<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pap Gui Sing Stories</title>
	<atom:link href="http://papguising.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://papguising.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Sep 2008 02:02:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='papguising.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pap Gui Sing Stories</title>
		<link>http://papguising.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://papguising.wordpress.com/osd.xml" title="Pap Gui Sing Stories" />
	<atom:link rel='hub' href='http://papguising.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>DEPRESI</title>
		<link>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/depresi/</link>
		<comments>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/depresi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 02:02:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>christianpramudia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papguising.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[    JAm sudah mulai berayun. Ia melangkah dari detik menuju menit sampai hour. Tetes hujan juga makin membuat basah dahan dan tanah yang menghampar. Tanah itu menuju kediaman Pap. Keningnya semakin mengernyit. Otaknya sudah berputar sedari tadi. Penyesalan pun semakin bercokol di sela-sela rasa sakit yang ada. Sakit hati pada dirinya sendiri, sakit hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=14&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle" style="text-indent:0;text-align:left;margin:0;" align="left"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN">JAm</span></strong><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"> sudah mulai berayun. Ia melangkah dari detik menuju menit sampai <em>hour</em>. Tetes hujan juga makin membuat basah dahan dan tanah yang menghampar. Tanah itu menuju kediaman Pap. Keningnya semakin mengernyit. Otaknya sudah berputar sedari tadi. Penyesalan pun semakin bercokol di sela-sela rasa sakit yang ada. Sakit hati pada dirinya sendiri, sakit hati pada perasaan yang timbul, dan semakin sakit ketika ketidaksesuaian muncul dengan respon yang tidak diharapkan kepadanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap selalu peka&#8230;. atau bahkan sensitif. Sebuah perasaan yang kata orang identik dengan wanita. Apakah wanita yang identik dengan temperamen melankolik? Sehingga dapat mempunyai perasaan ini? Yang jelas, Pap, seorang pria 20 tahun, memiliki perasaan ini sekarang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Sebuah perenungaan menjadi ia bawa dalam tidur malam ini. Mungkin bintang tidak lagi jadi indah buatnya.<span>  </span>Air mata meleleh di pipinya dengan tangis yang terasa ingin ia ledakkan semuanya. Perasaan Pap bertaut dengan kegeraman, kegundahan, kemarahan, kesedihan dan penyesalan. Sebuah rasa yang bercampur aduk, tak tahu harus bagaimana menyelesaikan apalagi menyebut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Pap! Kamu harus dewasa!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Pap! Berapa kali aku bilang, aku enggak suka kalau kamu Begitu!!! Kau selalu mengulanginya!!!!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Apa kamu ini kurang perhatian?!!” </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Sudah, Pap. Aku sudah bosen dengan kemarahanmu!!!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span> </span>“Pap! Lebih baik, kita enggak terlalu dekat lagi&#8230;..!!!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Gaung kalimat yang diucapkan Gui memutari otaknya. Perasaan yang dirasakan oleh Gui dihempaskan bertubi-tubi kepadanya. Semua terasa menyakitkan dan mengiris-iris hatinya. Sebuah perasaan bersalah pun menaburi sekujur tubuhnya dengan sempurna. Pap menangis dan merasa sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Berkali-kali ia mengulangi sikapnya itu. Berkali-kali Pap marah pada Gui. Pap selalu saja merasa bahwa Gui, sahabatnya tidak perhatian, egois, tidak pernah mendengarkan kata-katanya dan berbagai hal yang terlalu mengikat Gui. Pap selalu merasa kurang dan kurang akan semua perhatian yang telah diberikan Gui kepadanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap bodoh.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap TIDAK TAHU DIRI.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">PAP MENYEBALKAN.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Perasaan-perasaan bersalah itu menjadi kutukan terhadap dirinya. Betapa ia tidak pernah bersyukur memiliki sahabat seperti Gui.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kini ia menjadi takut&#8230;. sangat takut kehilangan&#8230;. ia menjadi rikuh dan terus menerus menjadikan dirinya sendiri sebagai terdakwa sekaligus jaksa dan hakim. Ketakutan itu timbul, karena Pap merasa ia tidak akan punya sahabat seperti Gui lagi. Pap seorang introvert. Buatnya sangat sulit untuk bisa terbuka kepada semua orang. Jika selama ini ia selalu bercerita tentang semua perasannya kepada Gui dan Sing maka bagaimana nanti jika ia tidak memiliki mereka lagi. Pap tidak akan pernah bisa menggantikan kedua karibnya itu dengan siapapun. Pap tahu suatu saat nanti mereka tidak lagi bersama, tidak lagi bertiga. Jika waktu itu telah datang, Pap harus siap sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Garamond;">“Aku tidak terus selalu ada bersamamu, Pap. Aku akan pergi nanti&#8230; dan ketika aku pergi, aku tidak ingin menjadi beban siapapun. Karena itu, aku ingin kau menyiapkan dirimu. Aku ingin kau tidak selalu bergantung padaku. Bukalah dirimu untuk orang lain&#8230;”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Enggak bisa, Gui. Aku tidak bisa&#8230;.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap semakin menangis dan merasa dirinya menjadi sangat rapuh. Beban itu terasa berat. Ia sangat menyayangi Gui, sahabatnya. Pap sangat tidak ingin kehilangan. Saat ini Pap tahu, Gui sangat jengkel kepadanya. Gui begitu geram bahkan BOSAN dengan amarah-amarah Pap kepadanya yang tidak jelas. Pap takut, bahkan Gui akan terlalu cepat meninggalkannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kalimat dan sikap Gui pun menjadi kurang akrab lagi. Setidaknya, itu yang dirasakan oleh Pap (dan semoga saja itu tak benar, bagi Pap). Pap tahu, mungkin Gui menjadi sangat trauma, jangan-jangan nanti Pap marah dan tersinggung dengan sikap atau kata-katanya. Gui selalu merasa kalau ia harus berhati-hati dengan sahabatnya yang super duper sensitif ini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap terus menyudut di sisi ranjangnya. Ia menangis dan terus menangis&#8230; ia ingin menghempas sepi dengan kesendirian yang membosankan. Tanpa Sing di sisinya, tanpa Gui bersamanya. Ini yang dibenci oleh Pap. </span></span><span style="font-size:10pt;line-height:200%;font-family:Garamond;" lang="IN">(*AKU TAKUT&#8230;.. <strong><em>SANGAT</em></strong> TAKUT&#8230;. <strong>:’-)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span><span style="font-size:small;"> </span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/papguising.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/papguising.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papguising.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papguising.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papguising.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papguising.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papguising.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papguising.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papguising.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papguising.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papguising.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papguising.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papguising.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papguising.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papguising.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papguising.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=14&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/depresi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c0711deabdbebf3ab95522428ec2e6b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">christianpramudia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gundah Gulana</title>
		<link>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/gundah-gulana/</link>
		<comments>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/gundah-gulana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 01:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>christianpramudia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papguising.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[      Pap menghentakkan langkah melepas geram. Ia pungut lagi telepon selular yang sudah ia banting di atas ranjang tadi. Cowok kurus ini merebahkan tubuh. Antara kekalutan, bingung dan marah hanya beda tipis. Semua itu diaduk dalam jiwa yang kosong tanpa sukacita. Kini mata Pap memerah dan berkaca. Sembab. Dia menangis. * * * [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=10&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN">Pap </span></strong><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">menghentakkan langkah melepas geram. Ia pungut lagi telepon selular yang sudah ia banting di atas ranjang tadi. Cowok kurus ini merebahkan tubuh. Antara kekalutan, bingung dan marah hanya beda tipis. Semua itu diaduk dalam jiwa yang kosong tanpa sukacita. Kini mata Pap memerah dan berkaca. Sembab. Dia menangis. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN">“Lihatlah!”</span></strong><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"> Gui memperlihatkan pesan selularnya pada Sing.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Terlalu sensitif kan, Sing?”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Memang,…. Kadang itu menjengkelkan” Sing memperhatikan setiap kata yang pasti ada makna tersirat dalam pesan itu.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Seenaknya saja! Dia terlalu egois.” Kejengkelan Gui terluap begitu saja.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Gui, tapi dia butuh untuk dimengerti&#8230;” Sing menerawang jauh.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Terus sampai kapan? Tidak ada satu pun yang mau mengerti dia. Kalau dia itu terlalu sensitif seperti itu?!!”<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kenapa tidak kita telepon saja…”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Percuma! Pap lagi jengkel. Tidak akan ada akal sehat.”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kabut bertengger dengan pekatnya. Hitam. Bertengger di atas kesalahpahaman, menembus batas hati dan menjadi kegeraman. Seolah gagak berparuh jelek ada bersama situasi dan kondisi ini untuk menguasainya.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Gui, kita harus mengingat, hal apa yang membuat Pap uring-uringan <em>gitu</em>??”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kenapa kita yang selalu jadi korban saat Pap murka?” </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Sing terus memutar otak, tidak mengindahkan kalimat protes Gui yang terlontar. Alunan musik melo mengiring begitu saja, meski tidak sengaja diputar Gui melalui <em>compactdisc</em>-nya.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN">Sore</span></strong><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"> ini begitu hampa bagi Pap. Semburat air mata telah membuat alas kepalanya menjadi basah. Pap tidak se-ceria biasa. Kalau sudah begini temperamen sanguin-nya bersembuyi jauh di balik sisi melankolis. Ia merasa sendiri dan kesepian. Tulang belulangnya kering tanpa seringai senyum.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kalau boleh jujur, sebenarnya Pap sekarang masih mencari apa yang membuatnya murka. Ketidakhadiran Gui saat Pap menerima penghargaan di kampus atau sebab muasal lainnya, kah? </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Memori Pap ia layangkan lagi pada kejadian tadi siang……….. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ia menerima penghargaan kampus karena berhasil meluncurkan buku tulisannya sendiri berjudul “True Story at University”. Sing hadir tanpa Gui karena mendadak tidak bisa. Ini acara penting buat Pap. Baginya, Gui dan Sing termasuk orang penting di hidupnya yang harus datang. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Alasaan Gui adalah: ia harus menyelesaikan tugas penelitiannya karena harus ada evaluasi pada esok hari. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Argumen Pap: kenapa tidak dari kemarin ia kerjakan? Kenapa pada saat acara penting yang harus ia hadiri, ia gunakan untuk mengerjakan itu? </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap merenung lagi……. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Apa memang Gui yang salah atau ia yang terlalu egois?</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Konflik batinnya terus bergaung. Ada keinginan untuk meminta maaf pada Gui atas ke-egoisannya. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">……………………..</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Namun hati Pap juga masih teriiris. Di saat ia begitu rapuh, sahabat yang dia sayangi menyakiti dirinya. Oh, tidak! Pap buru-buru menghapus kata ‘menyakiti’. Gui tidak salah. Ia hanya terlalu ‘merasa’.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN">Murka</span></strong><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"> itu sedikit demi sedikit mulai surut. Meski rasa sakit hatinya belum selesai karena luka itu masih ada. Pap beranjak dari ranjang hendak meraih telepon. Namun ia urungkan kembali niatnya untuk menghubungi Gui. Ada satu hal yang membuatnya tersentak. Pikirnya melayang dan teringat satu momen yang ternyata membuat Pap benar-benar terluka.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ia berusaha melupakan. Namun terlalu pahit. Ternyata hal ini yang membuat Pap uring-uringan. Bukan ketidakhadiran Gui semata. Seseorang yang telah memikat hatinya, membuat dia gundah gulana. Seseorang yang telah ia tempatkan dalam hatinya dengan spesial.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Bio, kenapa engkau memalingkan dirimu padaku?”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Meleleh pula air mata Pap bebarengan dengan kalimat yang baru ia ucapkan. Kekecewaan tersirat sungguh dalam. Kekecewaan pada sikap gadis yang ia cintai. Perasaan itu yang selama ini ia tutupi dengan sedikit kesalahan Gui. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“<strong><span style="text-transform:uppercase;">Kami </span></strong>mengerti perasaanmu….”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap memeluk kedua sahabat yang telah ia jadikan saudara ini.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Terima kasih Gui, terima kasih, Sing.”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Gui hanya menatap Pap.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Pap, kamu tidak boleh memaksakan perasaan Bio padamu. Aku tahu, begitu dalam cintamu kepadanya. Namun engkau harus sabar,…”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Sing mengajukan <em>advice</em>.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Iya. Aku bisa menerima itu. Hanya saja, aku begitu sakit hati. Kini rasanya ia menjauhiku.”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Sabarlah, brother.”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap tertunduk lesu. Matanya sayu. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Aku minta maaf tidak datang pada acara penghargaan itu, Pap.”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Gui menyodorkan tangan kanannya.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Sudahlah, Gui. Aku hanya membohongi diriku dengan marah padamu. Seharusnya Aku yang meminta maaf, karena mengkambing hitamkan-mu..”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Aku tidak mau jadi kambing hitam.”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Iya. Maafkan aku.”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Tidak.”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Maksudmu?”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Aku mau jadi domba putih saja.”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ah, Gui. Di saat seperti ini, bisa saja bercanda. Ia mencoba menyegarkan suasana.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Bukannya kamu monyet? Kok ngaku-ngaku domba putih?”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“ha&#8230; ha&#8230;&#8230;”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kini ketiganya saling mengejek dan tergelak sendiri. Tawa itu menghiburkan Pap.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN">“Pap</span></strong><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">, aku mau cerita, nih.”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Aku dengarkan, Bio.”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Bio mengalunkan curahan hatinya mengenai teman-teman kampus. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Sementara Pap heran. Tidak biasanya setelah beberapa minggu terakhir, Bio kembali membuka dirinya. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">‘Tuhan, dekatkan aku terus dengan Bio. Sungguh dalam cintaku padanya. Suatu saat aku akan berani ungkapkan ini&#8230;.’</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap membisikkan itu pada Tuhan. Lirih sekali, dalam sudut hatinya.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;line-height:200%;font-family:Garamond;" lang="IN">(*my beloved. Luv u <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/papguising.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/papguising.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papguising.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papguising.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papguising.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papguising.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papguising.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papguising.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papguising.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papguising.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papguising.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papguising.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papguising.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papguising.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papguising.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papguising.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=10&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/gundah-gulana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c0711deabdbebf3ab95522428ec2e6b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">christianpramudia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Luar Biasa!</title>
		<link>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/ini-luar-biasa/</link>
		<comments>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/ini-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 01:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>christianpramudia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papguising.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[      “Aku sudah buat Li sedih.” Gui mengutarakan isi hatinya pada Pap. Hanya gelengan kepala Pap yang merespon Gui. “Kamu betul, Pap. Aku mengulangi kesalahan yang sama.” “Lupa menelpon, tidak balas SMS,&#8230;. Yah! You did it,&#8230; AGAIN.” “Tapi kali ini aku memang benar-benar telah lelah sekali. Banyak tugas yang aku kerjakan, aku pulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=8&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN">“Aku</span></strong><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"> sudah buat Li sedih.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Gui mengutarakan isi hatinya pada Pap.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Hanya gelengan kepala Pap yang merespon Gui.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kamu betul, Pap. Aku mengulangi kesalahan yang sama.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Lupa menelpon, tidak balas SMS,&#8230;. Yah! You did it,&#8230; AGAIN.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Tapi kali ini aku memang benar-benar telah lelah sekali. Banyak tugas yang aku kerjakan, aku pulang malam dan berangkat pagi terus, Pap.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Yes. I know, brother&#8230;”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kamu tahu kan, Pap. Bukan berarti aku tidak mencintai Li lagi, kan?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap hanya diam. Ia menyediakan telinga bagi keluh kesah Gui. Seperti yang selalu dilakukan <em>brother</em>–nya ini padanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN">“Gui</span></strong><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"> terlalu cuek, Pap.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Wanita memang butuh diperhatikan terus&#8230;”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Huh! Enak saja. Para pria juga tak akan sanggup hidup tanpa wanita.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap mengekeh mendengar pembelaan Sing. Seperti pembela wanita sejati saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Gui sudah cerita, Sing. Ia banyak tugas dan pulang malam terus.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Li juga sudah e-mail aku. Ia sangat merindukan Gui. Bayangkan, Pap : Sudah 2 minggu e-mail Li tidak dibalas Gui.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap hanya mengangkat bahu. Sebenarnya keduanya memang sama-sama tahu watak Gui. Ia tidak akan bisa melepaskan Li, kekasihnya. Cintanya begitu dalam. Namun kebiasaan Gui untuk menyepelekan hal kecil itulah yang tidak pernah bisa dimengerti oleh kedua sobatnya ini. Mengapa Gui tidak berusaha untuk merubah? Pikir Pap dan Sing. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“&#8230;.menurutku, mengirim e-mail untuk seseorang yang ia cintai bukan hal kecil. Apalagi mereka harus berpacaran jarak jauh???”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Aku mengerti perasaan Gui, namun aku akan mencoba mengerti perasaan para wanita juga.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kalau sudah begini Pap akan kebingungan sendiri. Sing tentu akan membela Li, karena ia pasti tahu betul perasaannya sebagai seorang wanita. Sedangkan Pap juga tahu perasan Gui. Namun ia juga sadar kalau Gui salah. Meski begitu ia tak mau menuding Gui salah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Aduh bingung aku, Sing!!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Sekarang Sing yang menggelengkan kepala melihat sikap Pap.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN">Sodokan </span></strong><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">Gui begitu mantap. Bola Bilyard itu satu per satu menghampiri lubang-lubang meja. Gui menguasai permainan malam ini. Namun ia tidak bisa menguasai hatinya. Ia masih memikirkan cara meminta maaf pada Li untuk kesalahan yang telah diperbuatnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Permainanmu HEBAT, Gui!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Sanjungan itu hanya dibalas dengan senyuman oleh Gui.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ini minuman soda untukmu, karena kau menang.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ambil kembali saja. Aku sedang tidak berminat.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Mau kemana, kau?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Pulang. Aku lelah sekali.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Haa..ha&#8230;. Masa main 3 jam saja lelah?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ejekan atau tantangan, itu tak penting lagi buat Gui. Ia ingin segera melesat pulang ke rumah menghampiri ranjangnya dan menelpon Tuhan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“<strong><span style="text-transform:uppercase;">Engkau </span></strong>tahu usaha-ku kan, Tuhan? Usahaku untuk mempertahankan hubunganku dengan Li&#8230;.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ia duduk dengan tangan melipat dan guling yang mengalasi kedua sikunya. Beginilah cara Gui menelpon Tuhan. Ia tutup mata rapat-rapat. Buka hati lebar-lebar. Mencurahkan semua keluhnya pada Tuhan. Sebuah kekesalan yang terjadi akibat dirinya sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ya. Ya. Aku tahu. Bukan usahaku, Tuhan. Tetapi anugerah-MU yang luar biasa. Bukan sebuah kebetulan kalau aku bisa menjejakkan kakiku di tanah Ratu Elizabeth tahun lalu. Aku bisa bertemu Li dan mendekapnya erat-erat.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Terlintas pada memorinya beberapa saat. Li memandang wajah Gui dalam-dalam kala itu. Kala mereka dapat hadiah untuk bertemu tahun lalu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Tuhan, kenapa Li sampai sekarang belum pulang dari Inggris?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kenapa, Engkau memberikanku hubungan yang seperti ini? Long distance. OH, GOD! Kenapa tidak biasa-biasa saja seperti pasangan-pasangan yang lain? Tidak terpisah benua dan samudera.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kali ini Gui benar-benar terdiam. Ia mendekap gulingnya erat-erat. Gui berusaha merenungkan kembali protes yang baru ia layangkan pada Sang Khalik. Apa benar Tuhan itu tidak adil padanya? Apa benar hadiah ke Inggris tahun lalu itu malah membuatnya kecewa?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ia terus diam. Hanya diam. Sampai pada satu titik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Oh, Tuhan&#8230;&#8230;.. Sebenarnya anak-Mu ini sungguh beruntung. Aku cabut kembali kata-kataku tadi. Sampai detik ini aku masih punya hubungan baik dengan Li, ini adalah luar biasa. Engkau sendiri yang telah memeliharanya. Aku jadi lebih spesial karena tidak banyak pasangan yang kuat dengan hubungan ‘long distance’. Tetapi Engkau buat aku untuk terus setia dengan Li begitu pula dia, Tuhan. Engkau LUAR BIASA&#8230;&#8230;.!!!! Thank YOU”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Gui menutup telponnya dengan Tuhan. Ia tidur dengan perasaan lega.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;" lang="IN">Mentari</span></strong><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"> tidak lagi berkacamata hitam hari ini. Sinarnya cerah dan teriknya hangat. Semilir angin pun mengiring Gui memasuki mobilnya. Ia melajukan keluar dari halaman rumah. Gui memberikan senyum kepada dirinya sendiri di depan kaca. Semua menyiratkan kebahagiaan, sebuah rasa syukur yang tak terkira.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Musik sukacita seakan berdentum keras di dalam mobil bermuatan 5 orang ini. Belum lagi suara Gui yang mengikuti nada-nada. Seakan jok mobil, AC, CD Player dan semua perangkat turut menari. Tarian hati yang bahagia bagi Gui hari ini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Orang yang lahir 1000 tahun sekali telah datang&#8230;!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap dan Sing menengadahkan kepala. Seringai senyum hampir mendekati tawa lebar mereka lihat dalam guratan wajah Gui.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Wow! Praise the Lord!” </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kali ini Pap dan Sing saling berpandangan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Bukan tidak mungkin seorang Gui seceria hari ini. Namun kini ia memuji-muji Nama<span>  </span>Tuhan. Tampaknya pergumulan Gui dengan masalah itu telah usai. Yup! Itulah hasil pemikiran Pap dan Sing.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Monyet bodoh, kau ceria sekallii hari ini!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Tentu saja, burung Pelikan!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Wah, ajang saling mengejek mulai berlangsung antara Gui dan Pap. Sementara Sing kembali menikmati bebek goreng yang sempat ia tinggalkan saat Gui datang. Bagi Sing ia turut saja saat sobatnya bersukacita.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Sudah baik hubunganmu dengan Li?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Menurutmu, Sing?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“I think so.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Pasti Li yang mengalah. Ia e-mail kamu dulu, kan?” ejek Pap.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Enak saja. Kalau soal ‘cinta’, serahkan pada Gui! Anak&#8230;..”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“&#8230;.seribu tahun sekali lahirnya&#8230;.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pap dan Sing sudah tahu kelanjutan kalimat Gui. Ia selalu menyebut dirinya demikian. Bangga pada diri sendiri sih, boleh. Tetapi bagaimana menurut kalian jika manusia ini menyebut diri lahir seribu tahun sekali?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Yang jelas aku : BERSYUKUR. Ini LUAR BIASA&#8230;!!!!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Semangat menyala-nyala tersirat di wajah Gui. Ia menceritakan panjang lebar apa yang telah ia alami. Penyesalannya, telponnya dengan Tuhan sampai bagaimana ia mensyukuri sesuatu yang Luar Biasa yang telah ia terima dan syukuri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Bagus! Omong-omong berapa nomor telpon Tuhan? Aku mau dong&#8230;.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Lipatlah tanganmu, pejamkan matamu, katakan apa yang kau syukuri dan apa yang kau rasakan dalam hati. Tuhan begitu mencintaimu&#8230;”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Cinta yang dari Tuhanlah yang membuat Gui bersemangat. Cinta itu mengalir sampai ke jiwa dan memberikan sentuhan persaudaraan pada persahabatan mereka. Cinta Tuhan yang luar biasa! Cinta sejati itu yang mendasari hubungan Gui dan Li hingga hari ini. Sebuah rasa syukur yang tak lekang oleh waktu. </span></span><span style="font-size:8pt;line-height:200%;font-family:Garamond;" lang="IN"><span> </span></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:200%;font-family:Garamond;" lang="IN">(Remember: that the Lord is WONDERFULL for you*)</span></em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span><span style="font-size:small;">  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:1cm;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/papguising.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/papguising.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papguising.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papguising.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papguising.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papguising.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papguising.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papguising.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papguising.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papguising.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papguising.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papguising.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papguising.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papguising.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papguising.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papguising.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=8&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/ini-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c0711deabdbebf3ab95522428ec2e6b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">christianpramudia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Idola Bujang Lapuk</title>
		<link>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/idola-bujang-lapuk/</link>
		<comments>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/idola-bujang-lapuk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 01:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>christianpramudia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papguising.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[      “Haaa…?!!” mata Pap terbelalak mendengar cerita Sing. “Kamu aja kaget, apalagi aku?” Sing menggeleng sambil memencet bel rumah Gui. Sesaat perempuan tengah baya keluar dan keduanya dipersilahkan masuk. Pap terbahak-bahak ketika membuka kamar Gui. Cowok jabrik ini memandanginya dengan aneh. Sing, gadis kuning langsat itu terduduk di kursi belajar Gui. “Hem…! Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=6&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;">“Haaa…?!!”</span></strong><span style="font-family:Garamond;"> mata Pap terbelalak mendengar cerita Sing.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Kamu aja kaget, apalagi aku?” Sing menggeleng sambil memencet bel rumah Gui. Sesaat perempuan tengah baya keluar dan keduanya dipersilahkan masuk.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Pap terbahak-bahak ketika membuka kamar Gui. Cowok jabrik ini memandanginya dengan aneh. Sing, gadis kuning langsat itu terduduk di kursi belajar Gui.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Hem…! Ada yang lucu?” tanya Gui sambil melanjutkan permainan Playstation-nya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Gui! Sing dapat jatah para tetua?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“LAGI?!?!” Gui terhentak.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Kini kedua cowok ini terbahak.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“HUH?! Apa aku lakunya cuman di pasar para tetua, ya?” </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Gui dan Pap makin terbahak melihat ekspresi melo Sing. Kali ini dia mencibir.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;">Mentari</span></strong><span style="font-family:Garamond;"> pagi ini tidak bersahabat. Mendung juga meliputi ketiga karib; Sing, Pap dan Gui. Di bawah sepoi angin mereka duduk makan dan berdiskusi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Aku mengerti kok, keadaanmu. Tetapi, bagaimanapun kamu punya hak untuk memilih yang terbaik.” Pap memberi saran.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Kini Sing merenung. Dilema besar meliputi hati dan bertaut terus dalam dirinya. Sudah berkali-kali ia didekati para lelaki yang selalu jauh lebih tua usianya darinya. Berkali-kali dan kini terulang lagi setelah sebelumnya ia menolak semua. Sebenarnya mudah kalau menerima pinangan para pria berumur itu. Namun, ia sudah kadung janji pada orang tuanya untuk tidak menjalin hubungan dulu dengan pria manapun sampai kuliahnya kelar. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Sing. Kamu punya perasaan gak sama Ardi?” pertanyaan Gui dalam.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Entah.” Keraguan Sing memberi jawab.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Ardi. Sepuluh tahun usianya lebih tua dari Sing. Meski ia baik, namun usia tetap jadi soal. Ardi pasti sudah berpikir mengenai pernikahan dan keluarga. Sedang Sing masih 20 tahun. Lulus Sarjana dan melanjutkan gelar Master, itu impian yang harus ia wujudkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Apapun pilihanmu, kami akan mendukung. Kami yakin kamu akan memikirkan masak sebelum mengambil keputusan.” dukungan Gui benar-benar membuat Sing kuat. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;">Sing </span></strong><span style="font-family:Garamond;">berjalan mantab. Pandanganya menerawang jauh dan keputusan bulat sudah ia genggam. Mungkin rasa tidak ingin membuat kedua ortu-nya kecewa lebih besar ketimbang keinginannnya untuk berpacaran. Hari inilah saat yang tepat untuk memberi pertimbangan kepada Ardi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Hai!” sapaan pria berbadan tegap itu membuat Sing sedikit ragu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Tahu enggak? Hari ini aku sibuuuk…. Pegawai-pegawaiku semua kuberi tugas….” Ardi terus bercerita mengenai <em>job</em>-nya. Namun Sing tidak tenggelam sama sekali.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Di dalam hati Sing terasa kecut. Ia tidak ingin membuat Ardi kecewa.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Ardi…” Sing memberanikan mengawali kalimat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Ya? Mau makan apa, gadis cilik?” ia masih mengekeh.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Sebenarnya kita hanya teman, kan?” Sing mencoba menatap mata Ardi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;"><span> </span>“Lalu?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Yah… Kita… hanya TEMAN, kan?” Sing mempertegas.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Jadi, kamu sudah memutuskan kalau…” Ardi langsung jadi serius. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Kali ini Sing jadi sungkan bukan main.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Itu keputusanmu, Sing?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Sing mengangguk pelan dan sepertinya Ardi dapat memahami itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;">“Kamu</span></strong><span style="font-family:Garamond;"> yakin kalu Ardi bisa paham, Sing?” Pap mencoba menelusuri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Aku sudah jelasin semua, Pap.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Gui hanya diam sambil menikmati pudding di tangannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Yes! Sekarang kamu bisa bebas… ha.ha..ha….” Pap meloncat girang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Berlebihan, Pap!” Gui geleng-geleng kepala melirik tingkah kawan karibnya itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Aku cuman seneng aja. Mulai sekarang wajahmu akan kembali bersinar, Sing. Tidak penuh beban…” teriak Pap sambil merebut pudding di tangan Gui.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Hei, puddingku!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Minta dikit.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Enak aja! Kembalikan pudding-ku..”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Sing kini tertawa melihat kedua cowok itu. Selalu saja bertengkar…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Pap benar. Begitu pikir Sing. Kini ia tidak perlu takut lagi setiap saat. Sebenarnya bukan Sing saja yang didekati oleh Ardi. Teman kuliahnya; Wati, Far, Suni dan Dyah juga. Ardi mengakui semua pada Sing tapi tidak kepada keempaat cewek itu. Sing juga tak tahu, kenapa Ardi begitu jujur kepadanya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Yang benar saja?! Bukan pria baik-baik itu namanya?!” Gui naik pitam kala itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Kalau mendekati wanita, yang konsisten dong! Masa kelima-limanya?! Itu namanya cowok pengecut!!!” protes Pap tak kalah tajamnya saat Sing bercerita kepada kedua karibnya waktu itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Sing kini menghela napas sambil meneruskan lamunannya. Masa-masa saat ia masih didekati Ardi. Sebenarnya ia pria baik-baik. (Sing selalu membelanya).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Ia paham, kalau Ardi melakukan itu karena ia ingin segera mempunyai pendamping. Sing juga tak tahu kebetulan saja cewek-cewek yang didekati Ardi sekampus dengan dia. Keempatnya jauh lebih cantik, lebih popular dan lebih yang lain-lain jika dibanding dengan dirinya. Begitu pikir Sing.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Wati. Mahasiswi semester akhir ini cerdas dan berprestasi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Far. Model catwalk yang jadi idola.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Suni. Gadis keturunan India yang jago menari dan menyanyi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Dyah. Cantik dan sexy.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Fiuh….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Sementara dirinya? Kurus ceking. Pendek. Tidak menarik. Baru dua puluh tahun. Ingusan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Menurut Ardi, Sing berbeda dari gadis-gadis yang lain. Ia idealis, tegas dan punya pendirian kuat. Sing selalu ramah kepada semua orang dan perhatian. Satu lagi, persahabatan Sing dengan kedua cowok yang tak kalah ingusan; Gui dan Pap. Ini yang bikin iri Ardi. Ketiganya selalu kompak, saling berbagi, saling mengolok, saling mengejek dan tertawa tiada henti. Masa-masa ingusan yang membuat Ardi sangat terkesan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Pernah Ardi jalan-jalan bareng mereka. Alhasil ia tak berhenti tertawa karena Pap dan Gui terus bertengkar dan mengolok. Sing pun selalu menggoda keduanya. Namun Sing merasa, Ardi hanya menjadi penonton dan tidak bisa masuk dalam komunitas itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Namun kini Sing memang harus benar-benar berpikir seribu kali lipat kalau menerima cinta Ardi. Ia belum siap untuk berpikir tentang keluarga dan perkawinan. Meski Ardi mau menunggu Sing jadi Sarjana dan juga selesai gelar S2. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Seperti Edi sud dan Itje Trisnawati, dong?” goda Pap pada Sing dulu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Sing tertawa kecil. Kini ia juga jadi ingat pria-pria lain yang pernah mendekatinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Sam. 7 tahun lebih tua. Insinyur muda yang baru meniti karier.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Rudi. 9 tahun di atas usia Sing. Pegawai swasta, menaruh hati yang dalam pada Sing.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Tarjo. 32 tahun. Bujang lapuk yang iseng. Tentu Sing menolak mentah-mentah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">David. 28 tahun. Sing begitu tergila-gila padanya. Tapi, David dingin-dingin saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Martin. 24 tahun. Sing sempat menjalin kasih dengannya. Mereka harus putus di bulan kedua belas, karena pacaran ‘backstreet’ mereka ketahuan ortu Sing.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Fiuh….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Sing menghela napas lagi. Mengapa semua cowok itu tidak ada yang pas buatnya. Ia begitu merindukan seorang kekasih impian. Entah se-usia atau …. Oh, tidak?! Apakah harus yang lebih tua lagi? Gumam Sing.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Sing…..!!!” teriakan Pap membuat ia terbangun dari lamunan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Ada Ivan di bawah…” Gui melanjutkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Kok dia tahu rumahmu, Gui?”</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Sing lalu melesat turun ke ruang tamu rumah Gui.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Garamond;">“Haloo..”</span></strong><span style="font-family:Garamond;"> sapa Ivan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">Keduanya ngobrol panjang lebar selama sejam. Memang mereka telah lama kenal karena Ivan adalah teman kakak Sing. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Garamond;"><span style="font-size:small;">“Sing, boleh aku jadi kekasihmu?” pernyataan Ivan yang tiba-tiba itu membelalakkan mata Sing.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.85pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Garamond;">“Gui……! Pap…..! Apa aku Cuma laku di pasar para tetua?!?!” teriak Sing pada kedua karibnya. Pap dan Gui terpingkal-pingkal melihat Sing merengek.</span><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:8pt;line-height:200%;font-family:Arial;"><span> </span>(*never ending our frenZhip; thx BiKan &amp; Nyet)</span><span style="font-size:10pt;line-height:200%;font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/papguising.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/papguising.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papguising.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papguising.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papguising.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papguising.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papguising.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papguising.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papguising.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papguising.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papguising.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papguising.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papguising.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papguising.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papguising.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papguising.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=6&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papguising.wordpress.com/2008/09/12/idola-bujang-lapuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c0711deabdbebf3ab95522428ec2e6b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">christianpramudia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Membacanya dengan CINTA</title>
		<link>http://papguising.wordpress.com/2008/09/11/mari-membacanya-dengan-cinta/</link>
		<comments>http://papguising.wordpress.com/2008/09/11/mari-membacanya-dengan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 23:59:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>christianpramudia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papguising.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah karya dari kedalaman hati&#8230;. Sebuah anugerah yang melimpah dalam indah sanubari,   Ada kerinduan dalam Cinta,   Ini mengiring kereta kebahagiaan yang baru saja diberangkatkan dari stasiun hati.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=3&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><strong></strong><strong></strong><strong></strong><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>Sebuah karya dari</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>kedalaman hati&#8230;.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>Sebuah anugerah</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>yang melimpah</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>dalam indah sanubari,</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>Ada kerinduan </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>dalam</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>Cinta,</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>Ini mengiring</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>kereta kebahagiaan</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>yang baru saja diberangkatkan</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong>dari stasiun hati.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;" lang="IN"><strong></strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/papguising.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/papguising.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papguising.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papguising.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papguising.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papguising.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papguising.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papguising.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papguising.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papguising.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papguising.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papguising.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papguising.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papguising.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papguising.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papguising.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=3&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papguising.wordpress.com/2008/09/11/mari-membacanya-dengan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c0711deabdbebf3ab95522428ec2e6b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">christianpramudia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://papguising.wordpress.com/2008/09/11/hello-world/</link>
		<comments>http://papguising.wordpress.com/2008/09/11/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 23:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>christianpramudia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=1&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/papguising.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/papguising.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papguising.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papguising.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papguising.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papguising.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papguising.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papguising.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papguising.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papguising.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papguising.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papguising.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papguising.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papguising.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papguising.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papguising.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papguising.wordpress.com&amp;blog=4826175&amp;post=1&amp;subd=papguising&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papguising.wordpress.com/2008/09/11/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c0711deabdbebf3ab95522428ec2e6b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">christianpramudia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
